![]() |
| ADEGAN FILM SEPATU DAHLAN |
Dahlan Iskan, sosok menteri BUMN yang satu ini memang cukup menarik perhatian, terlebih jika kita telusuri rekam jejak kehidupannya. Tertuang dalam novel bertajuk “Sepatu Dahlan” yang berhasil terjual sebanyak 80.000 copy dan menjadi best seller dalam kurun waktu lima bulan saja, rupanya juga membuat rumah produksi Mizan Production tertarik untuk mengangkat kisah hidup sang menteri ke layar lebar.
Menggunakan judul yang sama yaitu Sepatu Dahlan, film dengan durasi lebih dari 90 menit ini akan menuturkan cerita seputar masa kecil Dahlan Iskan, tentang bagaimana sosoknya berusaha untuk bertahan dalam liku-liku kehidupannya yang sederhana. Sejumlah bintang ternama turut ambil bagian dalam film ini, mereka diantaranya adalah Donny Damara, Kinaryosih, Ray Sahetapi Kirun serta sosok Aji Santosa yang berperan sebagai Dahlan kecil.
“Saya itu tidak nyangka kisah diri saya akan dinovelkan, begitupun akhirnya difilmkan. Benar-benar luar biasa, ternyata masih banyak orang yang sayang sama saya,” komentar Dahlan Iskan. “Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kisah hidup saya ini difilmkan. Set dan pemain film benar-benar cocok. Sungguh luar biasa.”
Film Sepatu Dahlan memang tidak hanya menuturkan cerita inspiratif, namun setting waktu dan lokasi yang dibalut dalam sinematografi indah, membuat film ini begitu dramatik, menyentuh dan bermakna.
Berikut adalah sinopsis Film Sepatu Dahlan yang rencananya akan mulai tayang pada bulan April mendatang.
“Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya,” begitu semangat Dahlan. Hingga, keinginannya memiliki sepatu dan sepeda, cukup dia benamkan dalam impiannya.
Kemiskinan yang dirasakan orang tuanya dan umumnya masyarakat Kebon Dalem, sebuah desa kecil di Magetan, tidak menyurutkan Dahlan untuk tidak bersekolah walau harus bertelanjang kaki, melangkah puluhan kilometer untuk sampai disekolah dasarnya. Setelah masuk di sebuah Madrasah Tsanawiyah di Pesantren Takeran, perjalanan pergi pulang dari pesantren yang jaraknya dua kali lipat dari jarak sekolahnya dahulu. Tak jarang kakinya melepuh bahkan lecet.
Dahlan sempat memiliki sepeda yang ditukar dengan kambing bapaknya, hanya gara-gara Ia dipaksa Maryati, temannya untuk mencoba belajar naik sepeda Maryati, tapi justru Dahlan merusak sepeda Maryati yang membuat berang ayahnya Maryati. Akhirnya sepeda yang rusak itu diganti dengan kambing ternak ayahnya. Dahlan merasa bersalah besar.
Keluarga Dahlan sangatlah miskin bahkan untuk sarapan saja hanya secangkir teh. Terkadang Dahlan ataupun adiknya, bahkan Dahlan lebih sering mengikatkan sarung di perut untuk menahan lapar. Namun, impian memakai sepatu terus timbul tenggelam diantara rasa lapar itu. Bahkan bagi Dahlan impian memiliki sepatu itu sudah punah, sewaktu ibunya meninggal dunia.
Sesekali ada kegirangan di hatinya, saat cintanya mulai bersemi pada Maryati, sang pujaan hati. Namun, Dahlan tak kuasa bicara pada Maryati, karena kondisinya. Apalagi Dahlan benar-benar pada situasi sulit, harus memiliki sepatu, karena panitia penyelenggara pertandingan voli tingkat kecamatan mewajibkan pesertanya menggunakan sepatu. Dahlan sendiri, adalah kapten voli pesantren Takeran.
SUMBER :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar